Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga minyak beristirahat sejenak setelah aksi jual akibat kekhawatiran pasokan
Thursday, 1 May 2025 09:45 WIB | OIL |brent oil

Harga minyak naik tipis pada hari Kamis, sedikit stabil setelah penurunan tajam pada hari sebelumnya didorong oleh tanda-tanda Arab Saudi dapat memproduksi lebih banyak, dan karena ekonomi AS berkontraksi pada kuartal pertama.

Minyak mentah Brent berjangka naik 16 sen, atau 0,3%, menjadi $61,22 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 6 sen atau 0,1%, menjadi $58,27. WTI ditutup pada level terendah sejak Maret 2021 pada hari Rabu.

Pejabat Arab Saudi memberi pengarahan kepada sekutu dan pakar industri untuk mengatakan kerajaan tidak mau menopang pasar minyak dengan pemotongan pasokan lebih lanjut dan dapat menangani periode harga rendah yang berkepanjangan, menurut sumber.

Beberapa anggota OPEC+ akan menyarankan kelompok tersebut mempercepat kenaikan produksi minyak pada bulan Juni untuk bulan kedua berturut-turut, tiga sumber yang mengetahui pembicaraan OPEC+ mengatakan kepada Reuters di awal bulan.

Selain itu, ekonomi AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada kuartal pertama, dibanjiri oleh banjir impor karena bisnis berlomba-lomba menghindari biaya yang lebih tinggi dari tarif dan menggarisbawahi sifat disruptif dari kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang sering kali kacau.

Tarif Trump telah membuat ekonomi global kemungkinan akan tergelincir ke dalam resesi tahun ini, menurut jajak pendapat Reuters.

Prospek permintaan yang dikaburkan oleh perselisihan perdagangan antara AS dan Tiongkok ditambah dengan keputusan OPEC+ untuk menghentikan pasokan akan membebani harga minyak tahun ini, menurut jajak pendapat Reuters pada hari Rabu.

Sebuah survei terhadap 40 ekonom dan analis pada bulan April memproyeksikan minyak mentah Brent rata-rata $68,98 per barel pada tahun 2025, turun dari estimasi bulan Maret sebesar $72,94. Minyak mentah AS diperkirakan rata-rata $65,08 per barel, lebih rendah dari prospek bulan lalu sebesar $69,16. Persediaan minyak mentah AS turun secara tak terduga sebesar 2,7 juta barel minggu lalu karena permintaan ekspor dan penyulingan yang lebih tinggi, Badan Informasi Energi mengatakan pada hari Rabu, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 429.000 barel.

(Berita ini telah dikoreksi untuk mengatakan bahwa WTI ditutup pada level terendah sejak Maret 2021, bukan kedua kontrak ditutup pada level terendah dalam sekitar empat tahun, dalam paragraf 2, dan menetapkan batas waktu hingga 1 Mei)(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS